Feeds:
Posts
Comments

Mikroskop cahaya adalah salah satu jenis mikroskop yang bekerja berdasarkan interaksi cahaya dengan unsure jaringan. Mikroskop ini dapat dikelompokkan menjadi  mikroskop cahaya konvensional, kontras fase, interferens diferensial, polarisasi, konfokal, dan fluoresensi.

  1. Mokroskop cahaya Konvensional, yaitu menggunakan sumber cahaya yang berasal dari sinar matahari langsung yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Atau bisa juga cahaya didapat dari lampu listrik yang dipasang dibawah obyek. Pada kelompok ini perbesarannya bisa mencapai  100-1000 kali.
  2. Mikroskop Fase Kontras, mempunyai sistem lensa yang menghasilkan bayangan yang terlihat dari objek transparan. Prinsip mikroskop fase kontras yaitu kecepatan cahaya akan berubah ketika menerobos struktur sel dan ekstra sel dengan indeks refraksi yang berbeda-beda. Dengan istem fase kontras menyebabkan stuktur-struktur terlihat relatif lebih terang atau lebih gelap satu sama lain.
  3. Mikroskop Interferens Diferensial Nomarski, yaitu penggunaannya untuk mengamati detil refraktil sama seperti pada mikroskop fase kontras, tapi pada kelompok ini meggunakan 2 sinar cahaya berbeda yang dipancarkan melalui specimen dan saling berhubungan pada bidang gambar. Hasil yang tampak bayangan 3 dimensi yang nyata dari sel dan jaringan yang hidup.
  4. Mikroskop Polarisasi, yaitu mikroskop yang dilengkapi dengan alat polarisir dan analisir untuk mengukur perubahan cahaya yang terpolarisasi oleh spesimen. Mikroskop polarisasi memungkinkan terlihatnya stuktur-struktur yang dibentuk oleh molekul yang sangat rumit.
  5. Mikroskop Konfokal, Hanya satu bidang spesimen yang sangat tipis yang dapat terfoku ssecara terpisah dari bidang lain, bidang spesimen yang terfokus dapat disatukan dan direkonstuksi menjadi sebuah gambar tiga dimensi.
  6. Mikroskop Fluoresensi, bila zat tertentu disinari cahaya dengan panjang gelombang yang sesuai, maka zat tersebut dapat memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang lebih panjang. Fenomena ini disebut fluoresensi. Pada mikroskopi fluoresensi, sediaan jaringan disinari denagn sinar ultra violet dan emisinya terdapat pada bagian spektrum cahaya tampak. Zat fluoresen tampak seperti partikel halus yang mengkilap dengan backround gelap.Dalam hal ini, diperlukan mikroskop dengan sumber cahaya ultra violet yang kuat dan filter khusus yang menyeleksi cahaya dengan berbagai panjang gelombang yang dipancarkan oleh zat.

Jenis Lensa yang digunakan dalam mikroskop jenis ini terdiri dari 3 sistem ,yaitu kondensor, objektif serta okuler. Cara kerja dari ketiga Lensa ini adalah sebagai berikut :

  • Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai “apertura” yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
  • Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
  • Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.

Contoh mikroskop cahaya :

Oks dech, sampai disini dulu semoga temen-temen bisa lebih mengenal dan tahu apa itu mikroskop cahaya.
Bagi temen-temen yang membutuhkan mikroskop cahaya bisa memesannya ke CV. Anugerah Kimia. Dengan menghubungi :
Ibu. Tri Widayati  –  (0274)7401479
Fax (0274) 4532353
Email : anugrahkimia@yahoo.com

Atau kunjungi situs http://www.anugerahkimia.com
Terima kasih, semoga bermanfaat.

Sumber artikel :
http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroskop_cahaya
http://www.scribd.com/doc/76818412/1/Mikroskop-cahaya

Kali ini kami akan membahas mengenai alat yang bernama mikroskop. Alat yang swering kita jumpai dalam laboratorium sains,kususnya dalam laboratorium biologi. Tentunya sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai mikroskop, kita akan mendefinisikan dulu mengenai alat ini. Apakah mikroskop itu?
Mikroskop merupakan salah satu alat yang digunakan dalam laboratorium sains, dimana alat ini memiliki fungsi untuk mengamati obyek yang berukuran sangat kecil (mikroskopis) sehingga akan tampak lebih besar dari ukuran aslinya. Hal ini akan mampu membantu dalam memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil serta akan membantu penelitian khusunya dalam biologi. Untuk mengetahui mikroskop maka perlu diketahui komponen mikroskop, macam mikroskop, penggunaan dan pemeliharaannya.

KOMPONEN MIKROSKOP

Mikroskop

a.    Lensa Okuler, yaitu lensa ini memiliki fungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif. Perbesaran bayangan yang dibentuk berkisar antara 4 -25 kali. Pada alat ini terletak dibagian atas tabung dekat dengan mata pengamat.
b.    Lensa Objektif, lensa ini bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
c.    Tabung Mikroskop (TUBUS), tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungkan lensa objektif dengan lensa okuler.
d.    Makrometer (Pengatur Kasar) dan Mikrometer (Pengatur Halus), komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaik turunkan tabung sekaligus lensa objektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaik turunkan meja preparat.
e.    Revolver, berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
f.    Diafragma, berfungsi mengatur banyak sedikitnya sinar yang masuk. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor.
g.     Kondensor, bagian ini tersusun dari lensa gabungan yang memiliki fungsi mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
h.    Meja Preparat, berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati. Objek diletakkan di meja dengan yang dijepit oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat dengan untuk dilewat cahaya. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik-turunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan.
i.    Penjepit, alat ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
j.    Lengan Mikroskop, berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop. Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan.
k.     Kaki, fungsinya untuk menyangga atau menopang mikroskop, sehingga memperkokoh kedudukan mikroskop.
l.    Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut), untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.
m.    Cermin, tersusun atas dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, fungsinya untuk memantulkan cahaya dan sumber cahaya. Cermin datar digunakan bila sumber cahaya cukup terang, dan cermin cekung digunakan bila sumber cahaya kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber cahaya dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki),sehingga cermin ini tidak ada.
JENIS-JENIS MIKROSKOP
Perkembangan zaman dan teknolgi membuatbentuk dan jenis mikroskop semakin maju dan canggih. Dari mikroskop yang paling sederhana yaitu mikroskop cahaya, mikroskop stereo sampai yang modern seperti mikroskop elektron. Semakin modern, perbesaran yang dihasilkan semakin besar dan rinci. Berdasarkan pada kenampakan objek yang diamati,mikroskop dibagi dua jenis, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
a.    Mikroskop Cahaya
Mikroskop ini mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Pada mikroskop jenis ini terdapat tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop ada yang berlensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Lensa kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa mikroskop lain. Dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
b.    Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat terlihat secara tiga dimensi. Lensanya terdiri atas lensa okuler dan lensa obyektif. Komponen pada mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Perbedaannya terletak pada ruang ketajaman lensa,dimana pada mikroskop stereo ruang ketajaman lensanya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kia dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati. Selain itu juga mikroskop ini memiliki sumber cahaya yang berasal dari atas sehingga obyek yang tebal dapat diamati.
c.    Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali, elektron sendiri digunakan sebagai pengganti cahaya. Ada dua tipe mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektroscanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM).

MEMELIHARA MIKROSKOP
Setelah kita mengenal apa itu mikroskop dan juga bagian-bagian dari mikroskop. Maka selanjutnya kita perlu memperhatikan bagaimana penggunaan mikroskop. Hal ini bertujuan agar mikroskop lebih terpelihara.
a.    Mengangkat dan membawa mikroskop harus selalu dalam posisi tegak, dengan satu tangan memegang erat pada lengan mikroskop dan tangan yang lain menyangga pada dasar atau kakinya.
b.    Bila menggunakan preparat basah, tabung mikroskop selalu dalam keadaan tegak, berarti meja dalam keadaan datar. Ini berlaku bagi mikroskop dengan Tabung tegak, tidak berlaku untuk mikroskop dengan Tabung miring.
c.    Preparat basah harus selalu ditutup dengan gelas penutup saat dilihat di bawah mikroskop.
d.    Mencondongkan posisi tabung, cukup dilakukan dengan memutar engsel penggerak sebagai titik putar. Menegakkan kembali setelah selesai.
e.    Mengusahakan agar lensa objektif lemah (4x atau 10x) berada satu poros di bawah lensa okuler. Mengatur kedudukan tabung sedemikian rupa sehingga ujung lensa objektif lemah berjarak ± 1cm dari atas meja benda.
f.    Mengatur kedudukan penjepit sediaan dengan rapi dan cermat pada posisi tegak agar debu tidak banyak menempel.
g.    Membersihkan sisa minyak imersi dengan menggunakan cairan Xilol sesegera mungkin setelah pengamatan dengan menggunakan minyak imersi telah berakhir, dan mengeringkan dengan kain lap yang bersih.
h.    Tidak dibenarkan melepas lensa-lensa mikroskop dari tempatnya.
i.    Selalu menjaga kebersihkan lensa-lensa mikroskop termasuk cermin.
j.    Membersihkan lensa atau bagian lainnya dengan kain lap yang bersih dari bahan halus (flenel) setiap akan menggunakan mikroskop.
k.    Setelah selesai menggunakan mikroskop, pasang lensa objektif dengan perbesaran paling rendah pada kedudukan lurus ke bawah.

Demikian sedikit info mengenai alat yang bernama mikroskop. Semoga bermanfaat^_^.
Sumber :
http://www.scribd.com/doc/33048939/Jenis-Jenis-Mikroskop
http://sulistyaindriani.wordpress.com/2010/07/12/bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya/
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/tmp/MIKROSKOP.pdf

Biological Safety Cabinet (BSC) atau dapat juga disebut Laminar Air Flow (LAF) adalah alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena LAF mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasi sinar UV beberapa jam sebelum digunakan. Alat ini bisa digunakan untuk menanam eksplan ke dalam botol dalam kondisi steril atau melakukan sub kultur yang dilengkapi dengan blower dan lampu UV.

Contoh alat ini adalah :

Laminar Air Flow

 

Jika anda tertarik dengan alat ini, silahkan kunjungi web http://www.anugerahkimia.com.

Atau hubungi di nomer (0274 ) 7487329, (0274)7401479
(0274) 4532353.

1. Hygro-Thermometer (Higrometer+Termometer Digital)

Hygrotermometer merupakan alat pengukur kelembaban udara (humiditas) elektronik yang digunakan dalam ruangan. Karena menggunakan sensor elektronik yang terkalibrasi secara tepat, maka hasil pengukuran humidity sangat tepat. Sangat cocok untuk monitoring kelembaban lingkungan laboratory, ruang server IT komputer, rumah kaca, peternakan maupun pertanian.

Hygro-Thermometer

2. Alat Sentrifus untuk Analisis Susu

Milk Analysis Centrifuge

Analisis Susu Centrifuge dengan tipe Nova Safety dan merek Funke Gerber

Sentrifus Analisis Susu

Analisis Susu Centrifuge dengan merek Funke Gerber dan tipe SuperVario-N Sentrifus multi fungsi untuk industri susu.

Sebuah kalorimeter (dari bahasa Latin calore, yang berarti panas ) adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk kalorimetri(adalah ilmu pengukuran panas dari reaksi kimia atau perubahan fisik ), dalam ilmu diartikan sebagai alat untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia.

Tipe-tipe kalorimeter adalah sebagai berikut :

1.   Kalorimeter Bom

Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar.

2.   Kalorimeter Larutan

Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan.

Berikut adalah contoh-contoh alat kalorimeter :

Versi ini untuk mengukur lemak hewan dan nabati dan minyak.

Salah satu contoh alat kalorimeter bom

Kalorimeter ini dirancang untuk institusi pendidikan dengan metodologi user friendly yang memungkinkan bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang prinsip - prinsip kalorimetri.

Jika anda ingin membeli alat-alat diatas atau ingin mengetahui info tentang contoh-contoh alat kalorimeter, langsung aja kunjungi situs www.anugerahkimia.com.

Semoga bisa memberikan manfaat buat temen-temen^_^

Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur laju penyerapan kalor dalam suatu bahan, menentukan panas jenis suatu bahan, dan juga bisa untuk menentukan koefisien laju konveksi suatu fluida.  Kalorimeter bekerja dengan prinsip adiabatik, yang berarti tidak ada kalor yang masuk ataupun keluar dari sistem, sehingga kondisinya ideal. Sebuah kalorimeter sederhana hanya terdiri dari sebuah termometer yang melekat pada sebuah wadah logam penuh air digantung di atas sebuah ruang pembakaran.

Untuk menemukan entalpi perubahan per mol suatu zat A dalam reaksi antara dua zat A dan B, zat ditambahkan ke kalorimeter dan awal dan akhir suhu (sebelum reaksi dimulai dan setelah selesai) dicatat. Mengalikan perubahan suhu oleh massa dan spesifik kapasitas panas dari zat memberikan nilai bagi energi yang dilepaskan atau diserap selama reaksi. Membagi perubahan energi oleh seberapa banyak mol A yang hadir memberikan perubahan reaksi entalpi. Metode ini digunakan terutama dalam akademis pengajaran karena menggambarkan teori kalorimetri. Ini tidak memperhitungkan hilangnya panas melalui wadah atau kapasitas panas dari termometer dan wadah itu sendiri. Selain itu, objek ditempatkan di dalam kalorimeter menunjukkan bahwa objek mentransfer panas ke kalorimeter dan ke dalam cairan, dan panas yang diserap oleh kalorimeter dan cairan adalah sama dengan panas yang dilepaskan oleh logam.

Tipe-tipe kalorimeter adalah sebagai berikut :

1.   Kalorimeter bom

Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor (nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2 berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar. Sejumlah sampel ditempatkan pada tabung beroksigen yang tercelup dalam medium penyerap kalor (kalorimeter), dan sampel akan terbakar oleh api listrik dari kawat logam terpasang dalam tabung.

Contoh kalorimeter bom adalah kalorimeter makanan.

Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanan karbohidrat, protein, atau lemak.

Alat ini terdiri dari sebuah tabung kaca yang tingginya kurang lebih 19 cm dan garis menengahnya kurang lebih 7,5 cm. Bagian dasarnya melengkung ke atas membentuk sebuah penyungkup. Penyungkup ini disumbat dengan sebuah sumbat karet yang yang berlubang di bagian tengah. Bagian atas tabung kaca ini ditutup dengan lempeng ebonit yang bundar. Di dalam tabung kaca itu terdapat sebuah pengaduk, yang tangkainya menembus tutup ebonit, juga terdapat sebuah pipa spiral dari tembaga. Ujung bawah pipa spiral itu menembus lubang sumbat karet pada penyungkup dan ujung atasnya menembus tutup ebonit bagian tengah. Pada tutup ebonit itu masih terdapat lagi sebuah lubang, tempat untuk memasukkan sebuah termometer ke dalam tabung kaca. Tabung kaca itu diletakkan di atas sebuah keping asbes dan ditahan oleh 3 buah keping. Keping itu berbentuk bujur sangkar yang sisinya kurang lebih 9,5 cm. Di bawah keping asbes itu terdapat kabel listrik yang akan dihubungkan dengan sumber listrik bila digunakan. Di atas keping asbes itu terdapat sebuah cawan aluminium. Di atas cawan itu tergantung sebuah kawat nikelin yang berhubungan dengan kabel listrik di bawah keping asbes. Kawat nikelin itulah yang akan menyalakan makanan dalam cawan bila berpijar oleh arus listrik. Dekat cawan terdapat pipa logam untuk mengalirkan oksigen.

2.   Kalorimeter Larutan

Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter. Berdasarkan perubahan suhu per kuantitas pereaksi kemudian dihitung kalor reaksi dari reaksi sistem larutan tersebut. Kini kalorimeter larutan dengan ketelitian cukup tinggi dapat diperoleh dipasaran.

Jika anda ingin membeli  alat kalorimeter, langsung aja kunjungi situs www.anugerahkimia.com

Semoga bisa memberikan manfaat buat temen-temen^_^

Referensi : Wikipedia

Mesin Cetak Tablet  (Tablet Press Machine) adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mencetak tablet.  Alat ini akan membantu dalam menurunkan biaya produksi dalam bidang farmasi khususnya dalam hal  pembuatan obat yang berbentuk tablet dengan mekanisme yang mudah dan handal dan berdaya guna.

Tidah hanya dari segi produksi dan bisnis pembuatan obat saja, mesin ini juga bisa diugunakan dalam laboratorium penelitian.

Berikut merupakan contoh dari alat ini :

Gambar 1. Tablet Press Machine

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.